2.1 Tinjauan
Evolusi
Secara umum evolusi adalah tentang perubahan dala populasi,spesies
atau kelompok spesies.Lebih khusus lagi,evolusi terjadi karena keragaman
populasi akibat frekuensi sifat terwariskan yang muncul dari satu generasi ke
generasi berikutnya.Sifat-sifat ini di munculkan oleh alel-alel untuk gen-gen
yang mengubah morfologi (bentuk atau struktur) fisiologa atau perilaku.Jadi
evolusi adalah perubahan frekuensi alel dengan berjalannya waktu.
Ada dua wilayah kajian evolusi:
a.
Mikroevolusi
menggambarkan rincian tentang bagaimana populasi organisme berubah dari
generasi ke generasi dan bagaimana spesies baru berawal.
b.
Makroevolusi
menggambarkan pola-pola perubahan dalam kelompok spesies berkerabat dalam kurun
waktu geologi yang sangat lama.Pola-pola tersebut menentukan filogeni,hubungan
evolusi diantara spesies dan kelompok spesies.
2.2. Bukti Adanya Evolusi
Bukti adanya
evolusi disediakan oleh lima disiplin ilmu,yaitu :
1. Paleontologi
menyediakan fosil-fosil yang mengungkapkan keberadaan prasejarah
spesies-spesies yang punah.Akibatnya,perubahan-perubahan yang terjadi pada
spesies dan pembentukan spesies baru dapat dipelajari.
§ Tumpukan fosil sering ditemukan diantara lapisan-lapisan endapan.Fosil
terdalam menunjukkan spesimen yang paling tua.Misal,fosil tiram yang diambil
dari tumpukan lapisan menunjukkan perubahan yang berangsur-angsur,ukuran
cangkang tiram berselang-seling dengan perubahan ukuran cangkang yang
cepat.Perubahan yang besar dan cepat menghasilkan spesies baru.
2. Biogeografi
menggunakan geografi untuk menggambarkan sebaran spesies.Informasi ini telah
mengungkap bahwa spesies tak berkerabat di kawasan-kawasan yang berbeda di
dunia tampak mirip ketika ditemukan dilingkungan yang serupa.Ini memberikan
bukti kuat akan adanya peran seleksi alam dalam evolusi.
§ Kelinci tidak ada di Australia hingga dibawa oleh manusia.Hewan
asli Australia, walabi mirip kelinci baik bentuk maupun perilakunya.Meski
tampak mirirp,kedua hewan ini tidak berkerabat dekat.
3. Embriologi mengungkapkan tahap-tahap yang serupa dalam perkembangan (ontogeni)
diantara spesies-spesies berkerabat.Kemiripan membantu menentukan hubungan
evolusi (filogeni).
§ Belahan insang dan ekor terdapat di ikan,ayam,babi dan emmbrio
manusia.
4. Anatomi komparatif
menggambarkan dua jenis struktur yang membantu mencirikan hubungan evolusi
diantara spesies.
§ Struktur homolog adalah bagian-bagian tubuh yang mirip satu sama
lain pada spesies yang berbeda karena berevolusi dari leluhur yang sama.
§ Struktur analog adalah bagian-bagian tubuh yang mirip satu sama
lain pada spesies yang bebas dalam usaha beradaptasi dengan lingkungannya.
5. Biologi Molekul memepelajari
urutan nekleotida dan asam amino DNA dan protein dari spesies yang berbeda.
2.3. Petunjuk-Petunjuk Adanya Evolusi
Makhluk hidup sekarang ini berasal dari makhluk hidup di masa
lampau yang mengalami perubahan secara perlahan-lahan.Setiap spesies selalu
berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungnnya.Setahap demi setahap
sifat-sifat spesies itu akan berubah kearah yang lebih serasi dengan keadaan
lingkungannya.Proses perubahan dari makhluk hidup yang sederhana menjadi lebih
sempurna,berlangsung secara bertahap dalam kurun waktu yang sangat lama.
Bukti-bukti yang
diberikan Darwin bukan bukti yang langsung,sebab evolusi berlangsung secara
perlahan-lahan dan telah berlangsung semenjak adanya kehidupan di bumi
ini.Bukti-bukti tak langsung yang memberikan petunjuk adanya evolusi adalah
sebagai berikut :
a.Adanya Variasi di Dalam Satu Keturunan
Tidak ada dua individu yang mempunyai sifat-sifat yanng sama
benar.Antara individu-individu yang tergolong dalam satu spesies masih terdapat
perbedaan-perbedaan,misalnya warna,ukuran berat,kerja faal serta
kebiasaan-kebiasaan lain.Hal ini berarti bahwa makhluk hidup dalam satu spesies
bervariasi.
Darwin juga mengetahui bahwa pertumbuhan suatu variasi dipengaruhi
oleh faktor-faktor lingkunngan misalnya,suhu,tanah dan makanan.Apabila beberapa
variasi hidup ditempat (lingkungan) yang berbeda, mereka akan memperlihatkan
perkembangan-perkembangan yang berbeda dengan varian-varian yang berada
dilingkungan lain.
bAdanya Pengaruh Penyebaran Geografis
Setiap jenis makhluk hidup mmpunyai kecenderungan untuk menyebar ke
tempat-tempat lain.Penyebaran makhluk hidup ini ada yang didorong oleh
faktor-faktor dari dalam individu itu sendiri,yang disebut penyebaran
aktif,atau karena adanya faktor-faktor lain yang mnyebabkan individu itu dapat
menyebar sehingga disebut penyebaran pasif.
c.Adanya Homologi Alat-Alat Tubuh pada Berbagai Makhluk Hidup
Berbagai makhluk
hidup yang kelihatannya sangat berbeda ternyata masih menunjukkan banyak unsur
persamaan.Apabila setiap jenis hewan diciptakan secara terpisah maka tidak ada
satu unsur pun yang menunjukkan adanya suatu persamaan.
Perbandingan
anatomi dari beberapa makhluk hidup menunjukkan adanya hubungan perkerabatan
diantara makhluk hidup yang bersangkutan.Dengan manusia,anggota depan
kucing,anggota depan singa laut,dan sayap kelelawar mempunyai struktur tulang
esensial yang sama.
Oleh karena arah
evolusi dari makhluk-makhluk tersebut berbeda maka terjadilah
perubahan-perubahan adaptif yang berbeda pula sehingga fungsi organ-organ itu
menjadi berbeda.Beberapa organ yang memiliki bentuk asal yang sama,tetapi
berbeda fungsinya.
d.Adanya Perkembangan Embrio dari Berbagai Makhluk Hidup
Menurut Darwin,embriologi
merupakan salah satu petunjuk adanya evolusi.Padatahap-tahap awal,semua embrio
menunjukkan beberapa kesamaan.Kesamaan-kesamaan yang serupa itu,antara lain
keteraturan segmen,somite,celah insang,dan gill cleft.Adanya persamaan
perkembangan embrional pada semua anggota vertebrata menunjukkan adanya
hubungan perkerabatan antara sesama anggota vertebrata (mempunyai nenek moyang
yang sama).Oleh karena itu,dapat dikatakan bahwa persamaan perkemmbangan embrio
merupakan petunjuk adanya evolusi.
2.4. Pendapat Darwin Tentang Seleksi Alam
Tokoh yang
mengemukakan tentang teori evolusi ialah
seorang naturalis yang berasal dari inggris,yaitu Charles Robert Darwin
(1809-1882).Ajaran Darwin tentang evolusi didasarkan atas pokok-pokok pikiran
berikut [1] :
1.
Tidak ada dua individu yang sama
Perbedaan antara dua individu selalu
tampak walaupun keduanya tergolong dalam satu spesies.Darwin berpendapat bahwa
sifat-sifat bervariasi diwariskan kepada keturunannya.
2.
Setiap populasi berkecenderungan untuk bertambah banyak.
Hal ini mudah dipahami karena setiap
makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk berkembang biak.
3.
Untuk berkembang biak perlu adanya makanan dan ruangan yang cukup.
4.
Kenyataan menunjukkan bahwa bertambahnya populasi tidak berjalan
terus-menerus.
Dalam bukunya
yang berjudul On the Origin of the Spesies by Means of Natural Selection
(timbulnya spesies karena seleksi alam),Darwin mengemukakan dua teori pokok
yaitu :
a.
Bahwa spesies yang hidup sekarang ini berasal dari spesies –spesies
yang hidup di masa –masa yang silam.
b.
Bahwa evolusi terjadi melalui seleksi alam (teori seleksi alam).
Darwin memiliki ketertarikan yang kuat pada alam dan makhluk
hidup.Minat tersebut pada akhirnya mendorong dia untuk bergabung dalam
ekspedisi pelayaran dengan sebuah kapal.Pengamatan alam yang dia lakukan
melalui perjalanan tersebut menumbuhkan perasaan takjub pada dirinya dengan
melihat begitu banyaknya ragam spesies makhluk hidup.Fokus perhatiannya
terutama ditujukan pada jenis-jenis burung finch dikepulaun Galapagos.Ia
mengira bahwa variasi pada paruh burung-burung tersebut disebabkan oleh
adaptasi mereka terhadap habitatnya.Dengan pemikiran ini,ia menduga bahwa
asal-usul kehidupan dan species berdasar pada konsep “adaptasi terhadap
lingkungan”.Menurut Darwin aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara
terpisah dan beragam melainkan berasal dari nenek moyang yang sama.Kemudian
muncul berbagai jenis dan ragam makhluk hidup karena proses adaptasi mereka
yang berbeda akibat kondisi alam yang berbeda.Darwin mengemukakan gagasan yang
menyatakan bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitat mereka dengan
cara terbaik,akan menurunkan sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya.Sifat-sifat
yang menguntungkan ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu
menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya.Menurut
Darwin,manusia adalah hasil paling maju dari mekanisme ini.
Darwin menamakan
proses ini sebagai “evolusi melalui seleksi alam” (survival of the
fittest).Seleksi alam adalah proses pemilihan yang dilakukan oleh alam terhadap
variasi makhluk hidup didalamnya.Hany makhluk hidup yang mempunyai variasi
sesuai dengan lingkungan,yng bisa bertahan hidup,sedang yang tidak sesuai
dengan linngkungan maka ia akan punah.Organisme yang bisa bertahan hidup inilah
yang yang selanjutnya akan mewariskan sifat-sifat yang sesuai dengan lingkungan
pada generasi berikutnya.[2]
Darwin menyampaikan teorinya tentang seleksi alam dengan
menggunakan argumen sebagai berikut:
1.
Populasi
mempunyai potensi reproduksi yang sangat besar.Darwin menghitung bahwa dua gajah akan menghasilkan suatu populasi
dengan 19 juta individu setelah 750 tahun jika seluruh keturunannya hidup
hingga kedewasaan reproduktif dan membantu perkembangan jumlah normal
keturunannya.
2.
Ukuran
populasi tetap stabil.Darwin
mengamati bahwa populasi umumnya berfluktuasi disekitar ukuran konstannya.
3.
Sumber
daya terbatas.Sumber daya
seperti makanan,air atau cahaya,tidak meningkat ketika populasi tumbuh lebih
besar.
4.
Individu-individu
bersaing untuk bertahan hidup.Akhirnya,kebutuhan
sebuah populasi berkembang akan melebihi ketersediaan sumber
daya.Akibatnya,individu-individu harus bersaing untuk memperebutkan sesuatu.
5.
Ada
keragaman diantara individu-individu didalam populasi.Sebagian besar sifat mengungkap keragaman bentuk yang sangat
besar.Misal, pada manusia,warna kulit,rambut dan mata terjadi sebagai keragaman
bersinambung dari sangat gelap sampai sangat terang.
6.
Banyak
keragaman dapat diwariskan.Sebagian
besar sifat dihasilkan oleh tindakan enzim-enzim yang dikodekan oleh DNA.DNA
adalh informasi turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi.Ini
berbalikan dengan sifat-sifat yang diperoleh selama hidup suatu organisme.
7.
Hanya
individu yang paling kuat yang dapat bertahan.”Yang kuat yang bertahan” terjadi karena individu-individu denngan
sifat-sifat yang paling dapat beradaptasi dengan lingkungan adalah yang dapat
bertahan hidup.
8.
Evolusi
terjadi sifat-sifat yang menguntungkan berakumulasi.Individu-individu yang paling beradaptasi bertahan hidup dan
menghasilkan keturunan yang mewarisi sifat-sifat tertuanya.Pada
gilirannya,keturunan yang paling beradaptasi menghasilkan paling banyak
keturunan.Dengan berjalannya waktu,sifat-sifat yang paling beradaptasi untuk
bertahan hidup dilingkungan dan alel-alel yang menghasilkannya menumpuk di
populasi.
2.5. Beberapa Teori yang Mengilhami Teori Evolusi Darwin[3]
Tokoh-tokoh lain
yang juga mengemukakan teori evolusi dan terkenal diantaranya adalah Jean
Baptis Lamarck (1744-1829) seorang ahli biologis Prancis.Ide Lamarck tentang
evolusi dituangkan dalam bukunya Philosophic Zoolgique.Inti isi buku tersebut
menerangkan tentang dasar-dasar evolusi.Adapun dasar-dasar evolusi menurut Lamarck
tersebut adalah sebagai berikut :
a.Alam sekitar atau lingkungan (environment) mempunyai pengaruh
pada ciri-ciri atau sifat-sifat yang diwariskan.
b.Ciri-ciri atau sifat-sifat yang didapat akan diwariskan kepada
keturunannya.
c.Organ yang digunakan akan berkembang,sedangkan yang tidak
digunakan akan mengalami kemunduran.
Thomas Robert Malthus seorang ahli ekonomi Inggris,mengajukan teori
bahwa populasi akan bertambah dan dapat mempertahankan kehidupannya sejalan
dengan persediaan bahan makanan.Darwin menganggap argumen Malthus bahwa
populasi manusia bertambah lebih cepat daripada produksi makanan sehingga
menyebabkan orang bersaing untuk memperebutkan makanan.Kemudian,Darwin
memutuskan hal ini dalam teori biologinya.Adapun teori Darwin tersebut adalah “Manusia
cenderung untuk bertambah dalam tingkat yang lebih besar daripada caranya untuk
bertahan.Akibanya,sesekali ia harus berjuang keras untuk bertahan dari seleksi
alam akan mempengaruhi apa yang terletak didalam jangkauan ini”.[4]
2.6 Sejarah Perkembangan Manusia
Charles Darwin
dalam bukunya The Descent of Man tentang asal-usul manusia.Untuk
mengetahui asal-usul manusia, Darwin menggunakan suatu metode yaitu mencari
hubungan perkerabatan antara manusia dengan primata.Sebab,menurut Darwin antara
manusia dengan primata terdapat hubungan kekerabatan yang dekat.Hal itu dapat
ditunjukan dari persamaan ciri-ciri,antara lain mata menghadap kedepan,ibu jari
pada tungkai depan dapat digerakkan ke segala arah,letak kelenjar susu
didepan,dan bentuk rahim yang simpleks.
Selain adanya
persamaan antara manusia dan primata,bannyak juga dijumpai adanya
perbedaan-perbedaan diantara keduanya.Misalnya,volume otak manusia lebih besar
dari volume otak simpanse atau gorila,susunan hemoglobin manusia berbeda dengan
susunan hemoglobin simpanse atau gorila sehingga manusia termasuk Hominidae,sedangkan
anggota keluarga kera termasuk kedalam Pongidae.
1.
Radiasi
Primata
Hewan pertama dari ordo primata muncul pada kira-kira 75 juta tahun
yang lalu pada zaman Paleosin.Hewan-hewan yang tergolong kedalam ordo ini
umumnya adalah penghuni pohon-pohonan.Kemudian,hewan-hewan tersebut mengalami
evolusi radiasi dan berkembang menjadi berbagai macam bentuk.Hanya manusia yang
dalam perjalanan evolusinya telah menyimpang sehingga menjadi suatu makhluk
yang dapat hidup di atas tanah dengan berjalan tegak di atas kedua kakinya.
Perkembangan radiasi primata dapat diikuti dari yang paling
primitif sampai manusia adalah Tupaiidae, Lemuridae, Tarsiodae, Ponngidae
sampai Hominida.Semakin tinggi perkembangan primata itu,semakin tangkas
hewan itu menggunakan tangan,volume otaknya semakin besar,dan permukaan otak
besarnya semakin luas.
Adanya suatu anggapan bahwa semakin tinggi perkembangan hewan-hewan
primata semakin besar otaknnya,maka otak manusia sekarang harus lebih besar
daripada otak manusia purba.
2.
Perkembangan
Manusia Purba
Sejak lama para
ahli prasejarah memikirkan asal usul manusia yang akhirnya mulai beberapa tahun
yang lalu banyak ditemukan teori-teori evolusi :
a.
Leluhur
Manusia
Tahun 1934,G.E.
Lewis dari Universitas Yale,Amerika Serikat, menemukan rahang-rahang yang
menjadi fosil di Pegunungan Siwalik,India.Fosil itu diberi nama Ramapithecus
(menurut nama Tuhan bangsa India). Ramapithecus yang diperkirakan
pernah hidup sekitar 14 juta tahun yang lalu itu,lebih dekat ke bentuk manusia
daripada kebentuk kera.Atas dasar itulah Lewis menduga bahwa Ramapithecus mungkin
termasuk leluhur manusia.
b.
Manusia
Kera dari Afrika Selatan
Dalam tahun
1924,Raymond Dart dari Universitas
Witwatersand, Johanesburg, menemukan fosil tengkorak seorang anak kecil yang
mirip tengkorak Kera di Taung,Afrika Selatan. Fosil ini kemudian dinamakan Australopithecus
(kera dari selatan).
Melihat
wajah dan giginya,tengkorak itu setengah menyerupai manusia dan setengah
menyerupai kera.Diperkirakan Australopithecus africanus hidup antara 6
sampai 1,5 juta tahun yang lalu.Fosil-fosil baru kemudian ditemukan.L.S.B.
Leaky,di Olduvai George,Afrika Timur menemukan fosil manusia kera yaitu Australopithecus
palaeojavanicus.Dari Amerika selatan juga ditemukan fosil-fosil manusia
purba,yang juga disebut manusia kera yaitu Australopithecines.
Australopithecines ini tinggi tubuhnya kira-kira 1,5 meter,volume otaknya
kira-kira 600 cm3 (sedikit lebih besar daripada gorila
sekarang),gigi belakang yang besar (seperti pada manusia).Dua macam dari
keturunan Australopithecines yaitu Australopithecus yang berukuran tidak
lebih seperti orang kerdil modern dari afrika dan paranthropus yang sedikit
lebih besar,mempunyai rahang sekuat rahang gorila Australopithecus mulai dapat
berdiri tegak dan berjalan dengan dua kaki,serta mampu berlari di padang-padang
terbuka. Namun mereka bukanlah pejalan-pejalan yang baik.Mereka juga tidak lagi
hidup di pohon-pohon dan pengguanaan lengan tidak lagi seperti kera.
c.
Homo
Erectus
Tahun
1894,Eugene Dubois,menemukan fosil berupa tulang paha,rahang dan beberapa gigi
di Trinil,Ngawi,Jawa Timur.Fosil manusia jawa purba ini diberi nama Pithecanthropus
Erectus.Diduga,manusia purba ini adalah manusia purba yang pertama dapat
berdiri tegak sehingga disebut Homo erectus.Fosil manusia jawa purba ini
tinggi tubuhnya kira-kira 1,5 sampai 1,6 meter,berjalan tegak dan volume
otaknya sekitar 900 cm3. Diduga sudah dapat membuat perkakas
sederhana dari batu berupa kapak genggam,sudah mengenal api,dan lain-lain.Pithecanthropus
Erectus diperkirakan hidup pada zaman Pleistosen pertengahan (antara
500.000-300.000 tahun yang lalu).
Davidson Black,tahun 1920,di Peking (sekarang
Beijing),Cina,menemukan beberapa fosil manusia cina yang kemudian diberi nama Sinanthropus
Pekinensis.Diperkirakan manusia peking ini hidup pada zaman yang sama
dengan rekannya dari jawa,yaitu pada zaman Pleistosen pertengahan.Manusia
peking ini memiliki volume otak 1075 cm3 lebih besar dari volume
otak manusia jawa.Keduanya memiliki struktur tubuh yang sama.Kebudayaan manusia
peking sudah lebih maju daripada manusia jawa.
3.
Perkembangan
Manusia Modern
Yang
dimaksud dengan manusia modern,yaitu manusia yang hampir menyerupai manusia
sekarang,walaupun terdapat perbedaan yang tidak nyata.Manusia modern yang ada
termasuk dalam spesies Homo Sapiens.
Antara
500000 sampai 250000 tahun yang lalu,diduga Homo Erectus yang menurunkan
Homo Sapiens,yaitu sapiens yang sama dengan manusia sekarang.anSeperti Homo
Sapiens neanderthalensis (Erasia) Homo soloensis (manusia solo),dan Homo
rhodesiensis (manusia Rhodesia).
Diantara
manusia-manusia prasejarah, yang paling dikenal adalah Homo neanderthalensis,pernah
hidup di Eropa sekitar 100000 sampai 25000 yahun yang lalu.Fosil manusia
tersebut ditemukan di lembah Neander,Dusceldorf di Jerman.Volume otaknya hampir
sama dengan volume otak manusia modern,sekitar 1400 cm3.Manusia
Neandertal ini tinggal di goa-goa,biasa menggunakan api,dan mampu membuat
perkakas dari batu api.
Manusia
Cro-Magnon dapat disebut sebagai manusi modern pertama,yaitu Homo
Sapiens.Manusia ini pernah ada sekurang-kurangnya 60000 tahun yang lalu,dan
tersebar di berbagai bagian Eropa.Tengkoraknya seperti bentuk manusia
modern,dahinya tinggi serta memiliki dagu yang jelas,biasa menggunakan perkakas
serta senjata dari batu dan tulang.Fosil manusia Cro-Magnon ditemukan dilembah
Sungai Vezere,Perancis.
Kelompok
akhir dari Homo Neanderthalensis adalah homo sapiens.Manusia ini disebut
sebagai manusia modern,yaitu mirip dengan manusia sekarang,manusia ini juga
dikenal sebagai manusia psiko-sosial.piens memiliki dahi vertikal (tegak lurus
) dan dagunnya yang menonjol,pernah hidup 60000 tahun yang lalu di Benua
Eropa,Afrika,Timur Tengah,dan bahkan Asia.Bukti fosil yang dianggap sebagai manusia
modern ini,antara lain mencakup manusia Kanjera di Afrika Timur,manusia
Swancombe di Inggris.
Di
berbagai bagian dunia,manusia Cro-Magnon hidup bersama dengan populasi lain
dari Homo Sapiens.Melalui evolusi, migrasi dan perkawinan,berkembang manusia-manusia
modern.
Berdasarkan
penelitian-penelitian tentang fosil manusia yang telah ditemukan,para ahli
berkesimpulan bahwa di bumi ini hanya pernah di huni oleh dua spesies manusia
saja,yakni Homo Erectus dan Homo sapiens.
2.7 Teori-Teori Pendukung Teori Darwin[5]
1. George L de
Buffon
Menyatakan bahwa variasi-variasi
kecil yang terjadi karena adanya pengaruh alam sekitar yang diwariskan sehingga
terjadi penimbunan variasi yang ada
2. Aristoteles
2. Aristoteles
Merupakan
filosof dari Yunani.Teorinya dalam evolusi yaitu evolusi terjadi berdasarkan
metafisika alam,yaitu mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk yanng
sederhana ke bentuk yang lebih kompleks.
3.Anaximender
Merupakan
filosof dari Yunani.Teorinya dalam evolusi yaitu manusia berasal dari makhluk
aquatik mirip ikan yang mengalami proses evolusi.
4.Empedocles
Teorinya
tentang evolusi yaitu kehidupan berasal
dari lumpur hitam yang mendapat sinar matahari dan kemuadian secara perlahan
berubah menjadi makhluk hidup.
5.Erasmus Darwin
5.Erasmus Darwin
Menyatakan
bahwa fungsional terhadap rangsangan bersifat diwariskan kepada anak-anaknya.
2.8. Fakta-Fakta yang Mendukung Teori Evolusi
2.8. Fakta-Fakta yang Mendukung Teori Evolusi
Rumusan teori evolusi
tidak terlepas dari adanya beberapa fenomena yang dianggap sebagai “barang
bukti” terjadinya evolusi. “barang bukti” inilah yang membantu menjelaskan
adanya evolusi di bumi ini.
1. Fosil
Fosil merupakan sisa
bagian tubuh / jejak tubuh makhluk hidup yang telah membatu atau tertinggal
dalam batuan. Salah satu fosil terlengkap yang telah ditemukan ilmuwan adalah
fosil yang menggambarkan sejarah evolusi kuda. Berdasarkan studi evolusi kuda,
diketahui bahwa :
- Ukuran tubuh bertambah besar,
- Kepala bagian depan semakin panjang ukurannya
- Leher semakin panjang sehingga gerakannya semakin bebas,
- Perubahan geraham depan dan geraham belakang yang sesuai untuk memakan rumput
- Tungkai depan dan belakang semakin panjang, jari kaki mereduksi dari 5 menjadi 1 sehingga memungkinkan untuk berlari cepat
2. Variasi mahkluk
hidup
Variasi menunjukkan
adanya berbagai sifat, cirri diantara mahkluk hidup baik yang satu species /
sejenis maupun yang berbeda jenis. Variasi terbentuk oleh adanya pengaruh
factor genetic [ keturunan ] yang berinteraksi dengan factor lingkungan. Oleh
Darwin dikatakan, variasi sebagai “modal” terjadinya proses seleksi alam yang
mengarah kepada terjadinya evolusi.
3. Organ-organ
vestigial.
Organ tubuh mahkluk
hidup yang tidak / jarang digunakan akan mengalami kemunduran sehingga organ
tersebut menjadi tidak berfungsi lagi. Pada manusia, contoh organ vestigial
antara lain : umbai acing [ appendiks ], tulang rusuk melayang, tulang ekor,
rambut pada dada, buah dada pada laki-laki, gigi taring yang runcing.
4. Homologi
Struktur organ tubuh
mahkluk hidup yang asalnya sama dapat mengalami perubahan sehingga fungsinya
menjadi berbeda. Organ-organ demikian dikatakan sebagai organ homolog. Contoh
homologi, misalnya : sayap buung dengan
tangan manusia [ keduanya sama-sama ekstremitas cranial ].sirip lumba-lumba
dengan kaki tikus juga termasuk homologi. Sementara itu beberapa organ memiliki
struktur yang berbeda , namun fungsinya sama. Organ demikian dinamakan organ
analog dan termasuk dalam analogi. Contoh analogi antara lain : sayap burung
dengan sayap kupu-kupu [ struktur berbeda, namun fungsi sama yaitu untuk
terbang ].
5. Embriologi
perbandingan
Semua embrio hewan
multiseluler berasal dari zigot yang tumbuh dan berkembang melalui
tahapan-tahapan tertentu [ zigot-morulla-blastula-gastrula ] . Setelah tahap
gastrula akan terjadi deferensiasi sehingga menjadi mahkluk hidup dengan
morfologi yang berbeda-beda.
6. Perbandingan
fisiologi.
Di antara mahkluk hidup
terdapat beberapa kemiripan dalam system pernapasan, metabolism, sintesis
protein, pembentukan ATP sebagai sumber energy, system reproduksi dan lain
sebagainya. Berdasar kenyataan ini mereka berkeyakinan bahwa mahkluk hidup yang
ada saat ini merupakan hasil evolusi mahkluk hidup yang ada sebelumnya.
7. Petunjuk Biokimia
Ketika dilakukan uji
presipitin oleh Nutall ditemukan adanya kemiripan struktur antigen-antibodi
pada berbagai jenis mahkluk hidup
8. Peristiwa
domestikasi
Aktivitas manusia di
dalam memanfaatkan sumber daya alam hayati yang tersedia di alam liar [ baik
hewan maupun tumbuhan ] sehingga menjadi
hewan / tumbuhan yang “familer” dengan
manusia diyakini akan menambah variasi genetic pada hewan/tumbuhan yang dimomestikasi
oleh manusia. Contoh : burung merpati liar yang dipelihara oleh manusia dapat
“iubah” menjadi burung dara, burung puter, merpati berjambul, merpati pos, dan
lain sebagainya. Contoh lain, kuda yang hidup liar di padang rumput dapat
“diubah” manusia menjadi kuda pacu, kuda tunggangan, kuda penarik beban.
Inilah beberapa fakta
yang digunakan oleh para pendukung kebenaran ilmiah teori evolusi. Bukan
mustahil, fakta-fakta akan terus bertambah seiring dengan perkembangan dan
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia.
[1] Kusnadi.Didi Priyndoko,Biologi SMA dan MAKelas XII,PT Piranti Darma kalokatama,Jakarta,2006,hlm.73
[2] Rusin
Tumanggor.Ilmu Soal dan Budaya Dasar.Hal 85
[3] Kusnadi.Didi Priyndoko,Biologi SMA dan MAKelas XII,PT Piranti Darma
kalokatama,Jakarta,2006,hlm.74
[4] Kusnadi.Didi Priyndoko,Biologi SMA dan MAKelas XII,PT Piranti Darma
kalokatama,Jakarta,2006,hlm.75

0 komentar:
Posting Komentar