Jumat, 06 Desember 2013


2.1 Tinjauan Evolusi
          Secara umum evolusi adalah tentang perubahan dala populasi,spesies atau kelompok spesies.Lebih khusus lagi,evolusi terjadi karena keragaman populasi akibat frekuensi sifat terwariskan yang muncul dari satu generasi ke generasi berikutnya.Sifat-sifat ini di munculkan oleh alel-alel untuk gen-gen yang mengubah morfologi (bentuk atau struktur) fisiologa atau perilaku.Jadi evolusi adalah perubahan frekuensi alel dengan berjalannya waktu.
Ada dua wilayah kajian evolusi:
a.       Mikroevolusi menggambarkan rincian tentang bagaimana populasi organisme berubah dari generasi ke generasi dan bagaimana spesies baru berawal.
b.      Makroevolusi menggambarkan pola-pola perubahan dalam kelompok spesies berkerabat dalam kurun waktu geologi yang sangat lama.Pola-pola tersebut menentukan filogeni,hubungan evolusi diantara spesies dan kelompok spesies.
2.2. Bukti Adanya Evolusi
            Bukti adanya evolusi disediakan oleh lima disiplin ilmu,yaitu :
1. Paleontologi menyediakan fosil-fosil yang mengungkapkan keberadaan prasejarah spesies-spesies yang punah.Akibatnya,perubahan-perubahan yang terjadi pada spesies dan pembentukan spesies baru dapat dipelajari.
§  Tumpukan fosil sering ditemukan diantara lapisan-lapisan endapan.Fosil terdalam menunjukkan spesimen yang paling tua.Misal,fosil tiram yang diambil dari tumpukan lapisan menunjukkan perubahan yang berangsur-angsur,ukuran cangkang tiram berselang-seling dengan perubahan ukuran cangkang yang cepat.Perubahan yang besar dan cepat menghasilkan spesies baru.
2. Biogeografi menggunakan geografi untuk menggambarkan sebaran spesies.Informasi ini telah mengungkap bahwa spesies tak berkerabat di kawasan-kawasan yang berbeda di dunia tampak mirip ketika ditemukan dilingkungan yang serupa.Ini memberikan bukti kuat akan adanya peran seleksi alam dalam evolusi.
§  Kelinci tidak ada di Australia hingga dibawa oleh manusia.Hewan asli Australia, walabi mirip kelinci baik bentuk maupun perilakunya.Meski tampak mirirp,kedua hewan ini tidak berkerabat dekat.
3. Embriologi mengungkapkan tahap-tahap yang serupa dalam perkembangan (ontogeni) diantara spesies-spesies berkerabat.Kemiripan membantu menentukan hubungan evolusi (filogeni).
§  Belahan insang dan ekor terdapat di ikan,ayam,babi dan emmbrio manusia.
4. Anatomi komparatif menggambarkan dua jenis struktur yang membantu mencirikan hubungan evolusi diantara spesies.
§  Struktur homolog adalah bagian-bagian tubuh yang mirip satu sama lain pada spesies yang berbeda karena berevolusi dari leluhur yang sama.
§  Struktur analog adalah bagian-bagian tubuh yang mirip satu sama lain pada spesies yang bebas dalam usaha beradaptasi dengan lingkungannya.
5. Biologi Molekul memepelajari urutan nekleotida dan asam amino DNA dan protein dari spesies yang berbeda.
2.3. Petunjuk-Petunjuk Adanya Evolusi
          Makhluk hidup sekarang ini berasal dari makhluk hidup di masa lampau yang mengalami perubahan secara perlahan-lahan.Setiap spesies selalu berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungnnya.Setahap demi setahap sifat-sifat spesies itu akan berubah kearah yang lebih serasi dengan keadaan lingkungannya.Proses perubahan dari makhluk hidup yang sederhana menjadi lebih sempurna,berlangsung secara bertahap dalam kurun waktu yang sangat lama.
            Bukti-bukti yang diberikan Darwin bukan bukti yang langsung,sebab evolusi berlangsung secara perlahan-lahan dan telah berlangsung semenjak adanya kehidupan di bumi ini.Bukti-bukti tak langsung yang memberikan petunjuk adanya evolusi adalah sebagai berikut :

a.Adanya Variasi di Dalam Satu Keturunan
Tidak ada dua individu yang mempunyai sifat-sifat yanng sama benar.Antara individu-individu yang tergolong dalam satu spesies masih terdapat perbedaan-perbedaan,misalnya warna,ukuran berat,kerja faal serta kebiasaan-kebiasaan lain.Hal ini berarti bahwa makhluk hidup dalam satu spesies bervariasi.
Darwin juga mengetahui bahwa pertumbuhan suatu variasi dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkunngan misalnya,suhu,tanah dan makanan.Apabila beberapa variasi hidup ditempat (lingkungan) yang berbeda, mereka akan memperlihatkan perkembangan-perkembangan yang berbeda dengan varian-varian yang berada dilingkungan lain.
bAdanya Pengaruh Penyebaran Geografis
            Setiap jenis makhluk hidup mmpunyai kecenderungan untuk menyebar ke tempat-tempat lain.Penyebaran makhluk hidup ini ada yang didorong oleh faktor-faktor dari dalam individu itu sendiri,yang disebut penyebaran aktif,atau karena adanya faktor-faktor lain yang mnyebabkan individu itu dapat menyebar sehingga disebut penyebaran pasif.
c.Adanya Homologi Alat-Alat Tubuh pada Berbagai Makhluk Hidup
            Berbagai makhluk hidup yang kelihatannya sangat berbeda ternyata masih menunjukkan banyak unsur persamaan.Apabila setiap jenis hewan diciptakan secara terpisah maka tidak ada satu unsur pun yang menunjukkan adanya suatu persamaan.
            Perbandingan anatomi dari beberapa makhluk hidup menunjukkan adanya hubungan perkerabatan diantara makhluk hidup yang bersangkutan.Dengan manusia,anggota depan kucing,anggota depan singa laut,dan sayap kelelawar mempunyai struktur tulang esensial yang sama.
            Oleh karena arah evolusi dari makhluk-makhluk tersebut berbeda maka terjadilah perubahan-perubahan adaptif yang berbeda pula sehingga fungsi organ-organ itu menjadi berbeda.Beberapa organ yang memiliki bentuk asal yang sama,tetapi berbeda fungsinya.
d.Adanya Perkembangan Embrio dari Berbagai Makhluk Hidup
            Menurut Darwin,embriologi merupakan salah satu petunjuk adanya evolusi.Padatahap-tahap awal,semua embrio menunjukkan beberapa kesamaan.Kesamaan-kesamaan yang serupa itu,antara lain keteraturan segmen,somite,celah insang,dan gill cleft.Adanya persamaan perkembangan embrional pada semua anggota vertebrata menunjukkan adanya hubungan perkerabatan antara sesama anggota vertebrata (mempunyai nenek moyang yang sama).Oleh karena itu,dapat dikatakan bahwa persamaan perkemmbangan embrio merupakan petunjuk adanya evolusi.
2.4. Pendapat Darwin Tentang Seleksi Alam
Tokoh yang mengemukakan tentang teori evolusi  ialah seorang naturalis yang berasal dari inggris,yaitu Charles Robert Darwin (1809-1882).Ajaran Darwin tentang evolusi didasarkan atas pokok-pokok pikiran berikut [1] :
1.      Tidak ada dua individu yang sama
Perbedaan antara dua individu selalu tampak walaupun keduanya tergolong dalam satu spesies.Darwin berpendapat bahwa sifat-sifat bervariasi diwariskan kepada keturunannya.
2.      Setiap populasi berkecenderungan untuk bertambah banyak.
Hal ini mudah dipahami karena setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk berkembang biak.
3.      Untuk berkembang biak perlu adanya makanan dan ruangan yang cukup.
4.      Kenyataan menunjukkan bahwa bertambahnya populasi tidak berjalan terus-menerus.
Dalam bukunya yang berjudul On the Origin of the Spesies by Means of Natural Selection (timbulnya spesies karena seleksi alam),Darwin mengemukakan dua teori pokok yaitu :
a.      Bahwa spesies yang hidup sekarang ini berasal dari spesies –spesies yang hidup di masa –masa yang silam.
b.      Bahwa evolusi terjadi melalui seleksi alam (teori seleksi alam).
Darwin memiliki ketertarikan yang kuat pada alam dan makhluk hidup.Minat tersebut pada akhirnya mendorong dia untuk bergabung dalam ekspedisi pelayaran dengan sebuah kapal.Pengamatan alam yang dia lakukan melalui perjalanan tersebut menumbuhkan perasaan takjub pada dirinya dengan melihat begitu banyaknya ragam spesies makhluk hidup.Fokus perhatiannya terutama ditujukan pada jenis-jenis burung finch dikepulaun Galapagos.Ia mengira bahwa variasi pada paruh burung-burung tersebut disebabkan oleh adaptasi mereka terhadap habitatnya.Dengan pemikiran ini,ia menduga bahwa asal-usul kehidupan dan species berdasar pada konsep “adaptasi terhadap lingkungan”.Menurut Darwin aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara terpisah dan beragam melainkan berasal dari nenek moyang yang sama.Kemudian muncul berbagai jenis dan ragam makhluk hidup karena proses adaptasi mereka yang berbeda akibat kondisi alam yang berbeda.Darwin mengemukakan gagasan yang menyatakan bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitat mereka dengan cara terbaik,akan menurunkan sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya.Sifat-sifat yang menguntungkan ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya.Menurut Darwin,manusia adalah hasil paling maju dari mekanisme ini.
            Darwin menamakan proses ini sebagai “evolusi melalui seleksi alam” (survival of the fittest).Seleksi alam adalah proses pemilihan yang dilakukan oleh alam terhadap variasi makhluk hidup didalamnya.Hany makhluk hidup yang mempunyai variasi sesuai dengan lingkungan,yng bisa bertahan hidup,sedang yang tidak sesuai dengan linngkungan maka ia akan punah.Organisme yang bisa bertahan hidup inilah yang yang selanjutnya akan mewariskan sifat-sifat yang sesuai dengan lingkungan pada generasi berikutnya.[2]
Darwin menyampaikan teorinya tentang seleksi alam dengan menggunakan argumen sebagai berikut:
1.      Populasi mempunyai potensi reproduksi yang sangat besar.Darwin menghitung bahwa dua gajah akan menghasilkan suatu populasi dengan 19 juta individu setelah 750 tahun jika seluruh keturunannya hidup hingga kedewasaan reproduktif dan membantu perkembangan jumlah normal keturunannya.
2.      Ukuran populasi tetap stabil.Darwin mengamati bahwa populasi umumnya berfluktuasi disekitar ukuran konstannya.
3.      Sumber daya terbatas.Sumber daya seperti makanan,air atau cahaya,tidak meningkat ketika populasi tumbuh lebih besar.
4.      Individu-individu bersaing untuk bertahan hidup.Akhirnya,kebutuhan sebuah populasi berkembang akan melebihi ketersediaan sumber daya.Akibatnya,individu-individu harus bersaing untuk memperebutkan sesuatu.
5.      Ada keragaman diantara individu-individu didalam populasi.Sebagian besar sifat mengungkap keragaman bentuk yang sangat besar.Misal, pada manusia,warna kulit,rambut dan mata terjadi sebagai keragaman bersinambung dari sangat gelap sampai sangat terang.
6.      Banyak keragaman dapat diwariskan.Sebagian besar sifat dihasilkan oleh tindakan enzim-enzim yang dikodekan oleh DNA.DNA adalh informasi turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi.Ini berbalikan dengan sifat-sifat yang diperoleh selama hidup suatu organisme.
7.      Hanya individu yang paling kuat yang dapat bertahan.”Yang kuat yang bertahan” terjadi karena individu-individu denngan sifat-sifat yang paling dapat beradaptasi dengan lingkungan adalah yang dapat bertahan hidup.
8.      Evolusi terjadi sifat-sifat yang menguntungkan berakumulasi.Individu-individu yang paling beradaptasi bertahan hidup dan menghasilkan keturunan yang mewarisi sifat-sifat tertuanya.Pada gilirannya,keturunan yang paling beradaptasi menghasilkan paling banyak keturunan.Dengan berjalannya waktu,sifat-sifat yang paling beradaptasi untuk bertahan hidup dilingkungan dan alel-alel yang menghasilkannya menumpuk di populasi.
2.5. Beberapa Teori yang Mengilhami Teori Evolusi Darwin[3]
            Tokoh-tokoh lain yang juga mengemukakan teori evolusi dan terkenal diantaranya adalah Jean Baptis Lamarck (1744-1829) seorang ahli biologis Prancis.Ide Lamarck tentang evolusi dituangkan dalam bukunya Philosophic Zoolgique.Inti isi buku tersebut menerangkan tentang dasar-dasar evolusi.Adapun dasar-dasar evolusi menurut Lamarck tersebut adalah sebagai berikut :
a.Alam sekitar atau lingkungan (environment) mempunyai pengaruh pada ciri-ciri atau sifat-sifat yang diwariskan.
b.Ciri-ciri atau sifat-sifat yang didapat akan diwariskan kepada keturunannya.
c.Organ yang digunakan akan berkembang,sedangkan yang tidak digunakan akan mengalami kemunduran.
Thomas Robert Malthus seorang ahli ekonomi Inggris,mengajukan teori bahwa populasi akan bertambah dan dapat mempertahankan kehidupannya sejalan dengan persediaan bahan makanan.Darwin menganggap argumen Malthus bahwa populasi manusia bertambah lebih cepat daripada produksi makanan sehingga menyebabkan orang bersaing untuk memperebutkan makanan.Kemudian,Darwin memutuskan hal ini dalam teori biologinya.Adapun teori Darwin tersebut adalah “Manusia cenderung untuk bertambah dalam tingkat yang lebih besar daripada caranya untuk bertahan.Akibanya,sesekali ia harus berjuang keras untuk bertahan dari seleksi alam akan mempengaruhi apa yang terletak didalam jangkauan ini”.[4]
2.6 Sejarah Perkembangan Manusia
            Charles Darwin dalam bukunya The Descent of Man tentang asal-usul manusia.Untuk mengetahui asal-usul manusia, Darwin menggunakan suatu metode yaitu mencari hubungan perkerabatan antara manusia dengan primata.Sebab,menurut Darwin antara manusia dengan primata terdapat hubungan kekerabatan yang dekat.Hal itu dapat ditunjukan dari persamaan ciri-ciri,antara lain mata menghadap kedepan,ibu jari pada tungkai depan dapat digerakkan ke segala arah,letak kelenjar susu didepan,dan bentuk rahim yang simpleks.
            Selain adanya persamaan antara manusia dan primata,bannyak juga dijumpai adanya perbedaan-perbedaan diantara keduanya.Misalnya,volume otak manusia lebih besar dari volume otak simpanse atau gorila,susunan hemoglobin manusia berbeda dengan susunan hemoglobin simpanse atau gorila sehingga manusia termasuk Hominidae,sedangkan anggota keluarga kera termasuk kedalam Pongidae.
1.      Radiasi Primata
Hewan pertama dari ordo primata muncul pada kira-kira 75 juta tahun yang lalu pada zaman Paleosin.Hewan-hewan yang tergolong kedalam ordo ini umumnya adalah penghuni pohon-pohonan.Kemudian,hewan-hewan tersebut mengalami evolusi radiasi dan berkembang menjadi berbagai macam bentuk.Hanya manusia yang dalam perjalanan evolusinya telah menyimpang sehingga menjadi suatu makhluk yang dapat hidup di atas tanah dengan berjalan tegak di atas kedua kakinya.
Perkembangan radiasi primata dapat diikuti dari yang paling primitif sampai manusia adalah Tupaiidae, Lemuridae, Tarsiodae, Ponngidae sampai Hominida.Semakin tinggi perkembangan primata itu,semakin tangkas hewan itu menggunakan tangan,volume otaknya semakin besar,dan permukaan otak besarnya semakin luas.
Adanya suatu anggapan bahwa semakin tinggi perkembangan hewan-hewan primata semakin besar otaknnya,maka otak manusia sekarang harus lebih besar daripada otak manusia purba.
2.      Perkembangan Manusia Purba
Sejak lama para ahli prasejarah memikirkan asal usul manusia yang akhirnya mulai beberapa tahun yang lalu banyak ditemukan teori-teori evolusi :
a.      Leluhur Manusia
Tahun 1934,G.E. Lewis dari Universitas Yale,Amerika Serikat, menemukan rahang-rahang yang menjadi fosil di Pegunungan Siwalik,India.Fosil itu diberi nama Ramapithecus (menurut nama Tuhan bangsa India). Ramapithecus yang diperkirakan pernah hidup sekitar 14 juta tahun yang lalu itu,lebih dekat ke bentuk manusia daripada kebentuk kera.Atas dasar itulah Lewis menduga bahwa Ramapithecus mungkin termasuk leluhur manusia.
b.      Manusia Kera dari Afrika Selatan
Dalam tahun 1924,Raymond Dart dari  Universitas Witwatersand, Johanesburg, menemukan fosil tengkorak seorang anak kecil yang mirip tengkorak Kera di Taung,Afrika Selatan. Fosil ini kemudian dinamakan Australopithecus (kera dari selatan).
Melihat wajah dan giginya,tengkorak itu setengah menyerupai manusia dan setengah menyerupai kera.Diperkirakan Australopithecus africanus hidup antara 6 sampai 1,5 juta tahun yang lalu.Fosil-fosil baru kemudian ditemukan.L.S.B. Leaky,di Olduvai George,Afrika Timur menemukan fosil manusia kera yaitu Australopithecus palaeojavanicus.Dari Amerika selatan juga ditemukan fosil-fosil manusia purba,yang juga disebut manusia kera yaitu Australopithecines. Australopithecines ini tinggi tubuhnya kira-kira 1,5 meter,volume otaknya kira-kira 600 cm3 (sedikit lebih besar daripada gorila sekarang),gigi belakang yang besar (seperti pada manusia).Dua macam dari keturunan Australopithecines yaitu Australopithecus yang berukuran tidak lebih seperti orang kerdil modern dari afrika dan paranthropus yang sedikit lebih besar,mempunyai rahang sekuat rahang gorila Australopithecus mulai dapat berdiri tegak dan berjalan dengan dua kaki,serta mampu berlari di padang-padang terbuka. Namun mereka bukanlah pejalan-pejalan yang baik.Mereka juga tidak lagi hidup di pohon-pohon dan pengguanaan lengan tidak lagi seperti kera.
c.       Homo Erectus
  Tahun 1894,Eugene Dubois,menemukan fosil berupa tulang paha,rahang dan beberapa gigi di Trinil,Ngawi,Jawa Timur.Fosil manusia jawa purba ini diberi nama Pithecanthropus Erectus.Diduga,manusia purba ini adalah manusia purba yang pertama dapat berdiri tegak sehingga disebut Homo erectus.Fosil manusia jawa purba ini tinggi tubuhnya kira-kira 1,5 sampai 1,6 meter,berjalan tegak dan volume otaknya sekitar 900 cm3. Diduga sudah dapat membuat perkakas sederhana dari batu berupa kapak genggam,sudah mengenal api,dan lain-lain.Pithecanthropus Erectus diperkirakan hidup pada zaman Pleistosen pertengahan (antara 500.000-300.000 tahun yang lalu).
  Davidson Black,tahun 1920,di Peking (sekarang Beijing),Cina,menemukan beberapa fosil manusia cina yang kemudian diberi nama Sinanthropus Pekinensis.Diperkirakan manusia peking ini hidup pada zaman yang sama dengan rekannya dari jawa,yaitu pada zaman Pleistosen pertengahan.Manusia peking ini memiliki volume otak 1075 cm3 lebih besar dari volume otak manusia jawa.Keduanya memiliki struktur tubuh yang sama.Kebudayaan manusia peking sudah lebih maju daripada manusia jawa.
3.      Perkembangan Manusia Modern
Yang dimaksud dengan manusia modern,yaitu manusia yang hampir menyerupai manusia sekarang,walaupun terdapat perbedaan yang tidak nyata.Manusia modern yang ada termasuk dalam spesies Homo Sapiens.
Antara 500000 sampai 250000 tahun yang lalu,diduga Homo Erectus yang menurunkan Homo Sapiens,yaitu sapiens yang sama dengan manusia sekarang.anSeperti Homo Sapiens neanderthalensis (Erasia) Homo soloensis (manusia solo),dan Homo rhodesiensis (manusia Rhodesia).
Diantara manusia-manusia prasejarah, yang paling dikenal adalah Homo neanderthalensis,pernah hidup di Eropa sekitar 100000 sampai 25000 yahun yang lalu.Fosil manusia tersebut ditemukan di lembah Neander,Dusceldorf di Jerman.Volume otaknya hampir sama dengan volume otak manusia modern,sekitar 1400 cm3.Manusia Neandertal ini tinggal di goa-goa,biasa menggunakan api,dan mampu membuat perkakas dari batu api.
Manusia Cro-Magnon dapat disebut sebagai manusi modern pertama,yaitu Homo Sapiens.Manusia ini pernah ada sekurang-kurangnya 60000 tahun yang lalu,dan tersebar di berbagai bagian Eropa.Tengkoraknya seperti bentuk manusia modern,dahinya tinggi serta memiliki dagu yang jelas,biasa menggunakan perkakas serta senjata dari batu dan tulang.Fosil manusia Cro-Magnon ditemukan dilembah Sungai Vezere,Perancis.
Kelompok akhir dari Homo Neanderthalensis adalah homo sapiens.Manusia ini disebut sebagai manusia modern,yaitu mirip dengan manusia sekarang,manusia ini juga dikenal sebagai manusia psiko-sosial.piens memiliki dahi vertikal (tegak lurus ) dan dagunnya yang menonjol,pernah hidup 60000 tahun yang lalu di Benua Eropa,Afrika,Timur Tengah,dan bahkan Asia.Bukti fosil yang dianggap sebagai manusia modern ini,antara lain mencakup manusia Kanjera di Afrika Timur,manusia Swancombe di Inggris.
Di berbagai bagian dunia,manusia Cro-Magnon hidup bersama dengan populasi lain dari Homo Sapiens.Melalui evolusi, migrasi dan perkawinan,berkembang manusia-manusia modern.
Berdasarkan penelitian-penelitian tentang fosil manusia yang telah ditemukan,para ahli berkesimpulan bahwa di bumi ini hanya pernah di huni oleh dua spesies manusia saja,yakni Homo Erectus dan Homo sapiens.
2.7 Teori-Teori Pendukung Teori Darwin[5]
1. George L de Buffon
Menyatakan bahwa variasi-variasi kecil yang terjadi karena adanya pengaruh alam sekitar yang diwariskan sehingga terjadi penimbunan variasi yang ada
2. Aristoteles
Merupakan filosof dari Yunani.Teorinya dalam evolusi yaitu evolusi terjadi berdasarkan metafisika alam,yaitu mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk yanng sederhana ke bentuk yang lebih kompleks.
3.Anaximender
Merupakan filosof dari Yunani.Teorinya dalam evolusi yaitu manusia berasal dari makhluk aquatik mirip ikan yang mengalami proses evolusi.
4.Empedocles
Teorinya tentang evolusi yaitu  kehidupan berasal dari lumpur hitam yang mendapat sinar matahari dan kemuadian secara perlahan berubah menjadi makhluk hidup.
5.Erasmus Darwin
Menyatakan bahwa fungsional terhadap rangsangan bersifat diwariskan kepada anak-anaknya.

2.8. Fakta-Fakta yang Mendukung Teori Evolusi
Rumusan teori evolusi tidak terlepas dari adanya beberapa fenomena yang dianggap sebagai “barang bukti” terjadinya evolusi. “barang bukti” inilah yang membantu menjelaskan adanya evolusi di bumi ini.
Beberapa bukti /fakta yang mendukung teori evolusi antara lain :
1. Fosil
Fosil merupakan sisa bagian tubuh / jejak tubuh makhluk hidup yang telah membatu atau tertinggal dalam batuan. Salah satu fosil terlengkap yang telah ditemukan ilmuwan adalah fosil yang menggambarkan sejarah evolusi kuda. Berdasarkan studi evolusi kuda, diketahui bahwa :
  • Ukuran tubuh bertambah besar,
  • Kepala bagian depan semakin panjang ukurannya
  • Leher semakin panjang sehingga gerakannya semakin bebas,
  • Perubahan geraham depan dan geraham belakang yang sesuai untuk memakan rumput
  • Tungkai depan dan belakang semakin panjang, jari kaki mereduksi dari 5 menjadi 1 sehingga memungkinkan untuk berlari cepat
2. Variasi mahkluk hidup
Variasi menunjukkan adanya berbagai sifat, cirri diantara mahkluk hidup baik yang satu species / sejenis maupun yang berbeda jenis. Variasi terbentuk oleh adanya pengaruh factor genetic [ keturunan ] yang berinteraksi dengan factor lingkungan. Oleh Darwin dikatakan, variasi sebagai “modal” terjadinya proses seleksi alam yang mengarah kepada terjadinya evolusi.
3. Organ-organ vestigial.
Organ tubuh mahkluk hidup yang tidak / jarang digunakan akan mengalami kemunduran sehingga organ tersebut menjadi tidak berfungsi lagi. Pada manusia, contoh organ vestigial antara lain : umbai acing [ appendiks ], tulang rusuk melayang, tulang ekor, rambut pada dada, buah dada pada laki-laki, gigi taring yang runcing.
4. Homologi
Struktur organ tubuh mahkluk hidup yang asalnya sama dapat mengalami perubahan sehingga fungsinya menjadi berbeda. Organ-organ demikian dikatakan sebagai organ homolog. Contoh homologi, misalnya  : sayap buung dengan tangan manusia [ keduanya sama-sama ekstremitas cranial ].sirip lumba-lumba dengan kaki tikus juga termasuk homologi. Sementara itu beberapa organ memiliki struktur yang berbeda , namun fungsinya sama. Organ demikian dinamakan organ analog dan termasuk dalam analogi. Contoh analogi antara lain : sayap burung dengan sayap kupu-kupu [ struktur berbeda, namun fungsi sama yaitu untuk terbang ].
5. Embriologi perbandingan
Semua embrio hewan multiseluler berasal dari zigot yang tumbuh dan berkembang melalui tahapan-tahapan tertentu [ zigot-morulla-blastula-gastrula ] . Setelah tahap gastrula akan terjadi deferensiasi sehingga menjadi mahkluk hidup dengan morfologi yang berbeda-beda.
6. Perbandingan fisiologi.
Di antara mahkluk hidup terdapat beberapa kemiripan dalam system pernapasan, metabolism, sintesis protein, pembentukan ATP sebagai sumber energy, system reproduksi dan lain sebagainya. Berdasar kenyataan ini mereka berkeyakinan bahwa mahkluk hidup yang ada saat ini merupakan hasil evolusi mahkluk hidup yang ada sebelumnya.
7. Petunjuk Biokimia
Ketika dilakukan uji presipitin oleh Nutall ditemukan adanya kemiripan struktur antigen-antibodi pada berbagai jenis mahkluk hidup
8. Peristiwa domestikasi
Aktivitas manusia di dalam memanfaatkan sumber daya alam hayati yang tersedia di alam liar [ baik hewan maupun tumbuhan ] sehingga  menjadi hewan / tumbuhan  yang “familer” dengan manusia diyakini akan menambah variasi genetic pada hewan/tumbuhan yang dimomestikasi oleh manusia. Contoh : burung merpati liar yang dipelihara oleh manusia dapat “iubah” menjadi burung dara, burung puter, merpati berjambul, merpati pos, dan lain sebagainya. Contoh lain, kuda yang hidup liar di padang rumput dapat “diubah” manusia menjadi kuda pacu, kuda tunggangan, kuda penarik beban.
Inilah beberapa fakta yang digunakan oleh para pendukung kebenaran ilmiah teori evolusi. Bukan mustahil, fakta-fakta akan terus bertambah seiring dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia.

















[1] Kusnadi.Didi Priyndoko,Biologi SMA dan MAKelas XII,PT Piranti Darma kalokatama,Jakarta,2006,hlm.73
[2] Rusin Tumanggor.Ilmu Soal dan Budaya Dasar.Hal 85
[3] Kusnadi.Didi Priyndoko,Biologi SMA dan MAKelas XII,PT Piranti Darma kalokatama,Jakarta,2006,hlm.74

[4] Kusnadi.Didi Priyndoko,Biologi SMA dan MAKelas XII,PT Piranti Darma kalokatama,Jakarta,2006,hlm.75


[5] http://krishnaeagles.blogspot.com/2010/11/teori-evolusi-charles-robert-darwin-dan.html

0 komentar: